gambling X-Steel - Wait

Menunjukan nilai-nilai positif dari husnudzan dalam fenomena kehidupan

A. Pengertian Husnudzan
    Ada dua istilah yang sering kita dengar, yaitu husnudzan dan su'udzan. Dzan itu sendiri sering juga diartikan ragu karena mengandung unsur keraguan, ketidak pastian, bisa benar bisa salah. Berperasangka baik itu husnudzan dan berperasangka jelek disebut su'udzan.
     Salah satu ajaran, moral islam adalah baik sangka (husnudzan). Artinya baik sangka, lawan katanya adalah su'udzan yang artinya berburuk sangka. Berbaik sangka dan berburuk sangka merupakan bisikan jiwa, yang dapat diwujudkan melalui pelaku yaitu ucapan dan perbuatan. Perilaku husnudzan termasuk akhlak terpuji karena akan mendatangkan manfaat.

B. Bentuk-bentuk Husnudzan
    1. Husnudzan kepada Allah
        Sikap husnudzan terhadap Allah SWT. Hukumnya wajib dan akan sangat mendukung proses pemantapan jiwa kepemimpinan manusia, bahkan akan melahirkan sikap tawadhu dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
       2. Husnudzan kepada Diri Sendiri
           Husnudzan terhadap diri sendiri bisa berarti kita harus mempunyai penilaian terbaik terhadap diri kita.
         3. Husnudzan kepada sesama
             Kita tidak boleh terburu-buru berperasangka jelek kepada orang lain sebelum semuanya jelas.
      
C. Contoh Nilai Positif dari Husnudzan
     1. Husnudzan kepada Allah
- Selalu optimis terhadap apa yang ia lakukan karena iya yakin Allah SWT akan membantunya.
- Selalu teguh, sabar, dan percaya diri bahwa urusannya pasti berhasil.
- Senantiasa bertawakal dan berdo'a kepada Allah SWT supaya diberi pertolongan-Nya.
- Tidak mudah putus asa, tetap berusaha dan oabtang menyerah.
- Jika terlanjur berbuat dosa segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.
      2. Husnudzan kepada diri sendiri
- Pantang menyerah dan gigih
- Tudak putus asa dalam melakukan urusannya.
- Berinisiatif " merupakan sikap yang dilakukan tanpa perintah dari orang lain untuk mengerjakannya". Contoh : kreatif dan tidak mudah putus asa.
- Rela berkorban
    3. Husnudzan kepada sesama
- Merupakan sikap yang dilakukan dengan sesama muslim agar tercipta keamanan dan ketentraman dengan selalu berperasangka baik kedepannya. Sikap ini ditunjukan dengan rasa senang, berpikir positif, menjaga hak-hak orang lain, membebaskan umat beragama untuk beribada, dan saling menghargai antar sesamanya.

D. Dampak positif dari Husnudzan
- Hubungan persaudaraan lebih harmonis atau lebih baik.
- Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama manusia.
- Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain.
- Meningkat kadar keimanannya.
- Selalu mendapat pertolongan dan kemudahan hidup dari Allah SWT.
- Husnuudzan akan mendatangkan ketentraman lahir batin.
- Orang yang memiliki sikap husnudzan kepada Allah SWT, menunjukan bahwa ia telah memiliki jiwa yang takwa, sabar, tabah dan tawakal.
- Orang yang memiliki sikap husnudzan kepada Allah SWT akan senantiasa dicintai oleh Allah SWT, karena ia senantiasa menerima apa saja yang telah dilimpahkan kepadanya.
- Orang yang memiliki husnudzan kepada sesama manusia akan senantiasa dicintai oleh sesama, karena orang lain tidak pernah dirugikan oleh dirinya.
- Sikap husnudzan akan menjauhkan seseorang dari perbuatan keluh kesah, iri, dengki, memfitnah, mengadu domba, dendam dan menggunjing.

Referensi :
   A. Ilyas Ismail, pintu-pintu kebaikan, ( Jakarta : PT. RajaGrafindo persada  2001).
    Rif'at Syauqi Nawawi, keperibadian Qur'ani, (Jakarta : Amzah, 2011).
     Abdurrohim, Usman, Noek Aenul Latifah Fuad Thahari. 158 membiasakan akhlak terpuji husnudzan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Jakarta, 02 april 2014

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis Qur'an dan Hadits untuk SMA/MA sederajat kelas X

A. Pendahuluan
     Pendidikan Agama Islam mempunyai peran yang amat penting dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Melalui pendidikan agama islam diharapkan siswa akan terbentuk menjadi pribadi yang bertaqwa, berwibawa, dan berakhlak mulia.
     Setelah satu aspek yang diajarkan dalam pendidikan agama islam adalah sumber aturan dalam agama itu tersendiri yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Dilingkungan sekolah aspek ini tertuang dalam mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits, karena seperti yang kita ketahui disekolah-sekolah materi-materi pendidikan agama islam dibagi kedalam beberapa bagian sehingga bisa dibahas lebih mendalam. Begitu pula dengan hal-hal yang berkaitan dengan Al-Qur'an dan Hadits akan dibahas serta lebih mendalam, dalan mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits.
       Menyadari betapa pentingnya fungsi mata pelajaran pendidikan Al-Qur'an dan Hadits bagi peserta didik maka penulis berkeinginan untuk menganalisis buku teks yang menjadi pegangan guru dalam mengajar. Dalam makalah ini penulis akan menganalisis buku teks pendidian Al-Qur'an dan Hadits kelas X Madrasah Aliah.
      Hasil analisus buku dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Adapun kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangannya harus diperbaiki dan diperkaya dengan materi-materi Al-Qur'an dan Hadits dari sumber lain untuk menghasilkan buku pegangan yang lebih baik kedepannya.

B. Profil Buku
     Buku yang akan dianalisis berjudul Al-Qur'an dan Hadits untuk Madrasah Aliah kelas X buku ini ditulis oleh berbagai pihak dibawah koordinasi kementerian Agama dan dipergunakan dalam penerapan kurikulum 2013. Buku ini merupakan "Dokumen Hidup" yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika perubahan zaman. Masukan yang menbangun dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku.
     Buku ini diterbitkan. Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jendral Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Cetakan ke-1, 2004, yang memiliki sampul berwarna abu-abu kombinasi hitan dan putih. Setelah itu pada sampul terdapat gambar Al-Qur'an yang terbuka. Buku tersebut terdiri dari 140 halaman ditambah 11 halaman depan (mulai dari cover, sampul sampai dengan daftar isi).
      Buku diawali dengan sembutan dari dinas pendidikan, kata pengantar, daftar isi, daftar silabis kemudian baru masuk pasa materi pertama yaitu keutamaan orang berilmu, adapun daftar materi dari buku ini adalah:
Semester Ganjil : Bab 1 materi Al-Quran Kitab-ku. Bab 2 materi Betapa Otentiknya Kitab-ku. Bab 3 materi Tujuan dan Fungsi Kitab-ku. Bab 4 materi Pokok-pokok isi Kitab-ku. Bab 5 materi Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifah diBumi.
Semester Genap : Bab 6 materi Memahami Hadits, Sunnah, Khabar dan Atsar. Bab 7 materi Menahami Unsur-unsur Hadits. Bab 8 materi Betapa Bermacam-macam sunnah Nabi-ku. Bab 9 materi Memahami Hadits dari Segi Kualitasnya. Bab 10 materi Indahnya Ikhlas dalam Beribadah.
      Dalam setiap materi yang disajikan gambar-gambar yang disesuaikan dengan materi, menurut penulis hal ini nerupakan kelebihan buku karena dengan adanya gambar-gambar tersebut siswa bisa menjadi lebih tertarik untuk membacanya.

C. Analisis Materi
    Dalam makalah ini penulis akan menganalisis materi dari berbagai segi. Diantaranya adalah segi bahasa, tulisan, abalisis kesesuaian materi, analisis terjemah, mufrodat dan terjemah bebas. Analisis kesuaian kisah teladan dengan materi, analisis evaluasi belajar.
    1. Bahasa
        Penulis banyak menemukan kesalahan bahasa yang digunakan dalam kalimat-kalimat buku ini. Kata dalam kalimat sering terjadi,
        -Misalnya terdapat Bab-4 pada halaman 58 alenia ke-1 : yang ditebarkan oleh Yang Maha Tunggal untuk menarik kaum pria dan wanita yang tersesat didalam dunia ini agar kembali kepada sumber Illahi mereka. Kata "Yang Maha Tunggal" dialenia tersebut seharusnya ditulis "Tuhan Yang Maha Esa atau Allah SWT.
          -Terdapat pula pada Bab-5 halaman 68 alenia ke-1 dengan demikian dan gemblang dialenia tersebut seharusnya ditulis dengan "jelas atau mudah dimengerti".
      2. Analisis Tulisan
Sama seperti halnya pada aspek bahasa, aspek tulisan dalam buku Al-Quran dan Hadits MA (madrasah aliah) untuk kelas X ini sudah sangat baik, baik itu tulisan arab maupun latin sangat jelas dan mudah dibaca didalam buku ini. Banyak terdapat istilah arab yang ditulis dengan huruf latin meskipun begitu, buku ini tidak dilengkapi dengan transliterasi arab-indonesia yang biasanya terdapat diawal buku. Hal ini menimbulkan ketidak jelasan, apakah istilah arab tersebut dibaca panjang atau pendek.
Contohnya  :
-terdapat pada Bab-1, halaman 10 kata sebagaimana termaktub dalam ayat ini, seharusnya ditulis termasuk.
-terdapat pada Bab-5 halaman 69 kata dapat menangkap pesan menlalui pendengaran itu, seharusnya ditulis dengan melalui.

3. Analisis Kesesuaian Materi
       Secara keseluruhan, materi yang disampaikan sudah sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai misalnya saja pada Bab-1 standar kompetensinya yaitu Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Sesuai standar kompetensi tarsebut maka materi yang disampaikan yaitu memahami agama yang dianutnya
      Kekurangannya terletak pada Kompetensi Dasar. Dalam buku Al-Qur'an dan Hadits madrasah aliah untuk kelas X ini, komprtensi dasarnya hanya meliputu membaca, mengartikan dan memahami. Hal ini mengartikan bahwa, kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta didik hanya sampai pada ranah kognitif tingkat pengetahuan (knowladge) dan nemahami (comprehension) padahal, setidaknya peserta didik harus mencapai tingkat (aplication) dimana siswa mampu menguraikan penerapan suatu konsep.

4. Analisa Terjemah Mufrodat dan Terjemah Bebas
     Buku Al-Qur'an dan Hadits madrasah aliah kelas X menyediakan terjemahan mufrodat yang dapat memudahkan siswa dalam memahami atau menghafalkan suatu ayat atau hadits. Menurut pendapat penulis secara keseluruhan terjemah mufrodat dalam buku ini sudah cukup bagus.

5. Analisa Kesesuaian Kisah Teladan dengan Materi
    Yang sedang dibahas ada yang kurang dari materi yang disampaikan seperti terdapat pada Bab-10 halaman 129 yang berjudul tentang indahnya ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi pembahasannya mari mamahami Al-Qur'an dan Hadits.
     Menurut penulis kisah ini tidak sesuai dengan tema yang sedang dibahas. Pembahasan ini kurang relevan demgan tema yang dibahas. Sedangkan materi yang dibahas adalah indahnya ikhlas dalam beribadah.

6. Analisis Evaluasi Belajar
    Evaluasi yang digunakan dalam buku ini masih rendah. Instrumen yang dipakai masih moniton. Dari bab-1 sampai bab akhir evaluasinya yang diberikan hampir sama. Apalagi untuk sub bab tugasnya, semuanya berisi perintah menulis dan menterjemahkan ayat. Walaupun itu diberikan untuk memenuhi standar kompetensi mungkin soal dapat dibuat berbeda walaupun intinya sama. Sehingga siswa tidak merasa bosan. Uji kompetensi pada buku ini juga masih belum dapat digunakan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan, disamping sangqt monoton dan tidak adany variasi soal juga karena evaluasu yang diberika langsung dihubungkan dengan kejadian dalam kehidupan nyata. Seperti  sisa- mengingat-ingat dalam mencatat amal sholeh yang pernah dilakukan dengam ikhlas.
     Dengan tugas seperti ini tentu akan sulit untuk melakukan penilaian. Penulis juga menemukan kesalahan lain. Seperti yang telah diketahui bahwa suatu instrumen evaluasi akan donilai baik bersifar representatif, obyektif, variatuf, valid dan praktis dari sisi repsentatif. Di katakan demikian karena butir-butir soal yanf dapat mewakili materi-materinya yang telah di sampaikan.
      Akan tetapi instrumen evaluasi dalam buku Al-Qur'an dan Hadits madrasah aliah untuk kelas X hanya mewakili per-satu bab materi yang telah disampaikan. Artinya tets obyektifitaanya, menurut pendapat penulis seluruh soal tets sudah objektif. Soal-soal yang ada mengukur penguasaan siswa mengenai materi yang diajarkan buku pada materi yang tidak diajarkan.
     Kemudian dari sisi variasinya, evaluasi dalam buku ini masih kurang variatif, hal ini dapat dilihat dalam variasi soal yang hanya menggunakan 3 (tiga) jenis soal, yakni menuliskan terjemahan bahasa indonesia, uraian dan essy, seharusnya evaluasi yang disajikan bisa lebih bervariatif misalnya dengan mencantumkan bentuk soal objektif yang lain yaitu multiple choice, fill in test, matching test, completion test.
7. Kesimpulan
    Dari analisis diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam biku Al-Qur'an dan Hadits MA (Madrasah Aliah) untuk kelas X :
    1. Terdapat beberapa kesalahan bahasa dan tulisan.
    2. Kompetensi dasar yang hanya sampai pada tingkat mahami.
    3. Terdapat kisah teladan yang tidak sesuai dengan materi.
    4. Terdapat beberapa kesalahan dalam instrumen evaluasi belajar.

Daftar Pustaka
Syam nur, Al-Qur'an Hadits Madrasah Aliah kelas X. Jakarta : kementerian Agama Republik Indonesia 2014.
    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Design Downloaded from Ratna Nurjannah | Ratna Nurjannah | Kicenks | Haitami.