-Pola Asuh Otoriter
Menurut santrock (2011) pola asuh otoriter adalah gaya membatasi dan menghukum ketika orang tua memaksa anak-,anaknya untuk mengikuti arah mereka dan menghormati pekerjaan serta upaya mereka.
Hurlock (1980) menjelaskan bahwa penetapan pola asuh otoriter sebaiknya disiplin orang tua serta yang bersifat disiplin trsdisional. Dalam disiplin yang otoriter orang tua nenetapkan peraturan-peraturan dan memberi tahu anak bahwa ia harus mematuhi peraturan tersebut. Anak tudak diberikan penjelasan mengapa harus patuh dan tidak diberi kesempatan mengemukakan pendapat meskipun peraturan yang ditetapkan tidak masuk akal.
-Aspek/Unsur Pola Asuh Otoriter
Eratnya kaitan atau dengan hubungan antara kecerdasan emosi dan kemandirian anak dapat dilihat melalui aspek-aspek operasional keduanya. Pertama pada aspek kemandirian yaitu mengambil inisiatif dan mengendalikan kegiatan. Aspek ini akan dapat dipenuhi oleh individu yang mempunyai kemampuan membina hubungan, mengenali emosi diri sendiri dan orang lain serta mempunyai motivasi. Kedua pada aspek memberdayakan kemampuan yang dimiliki akan dapat dipenuhi oleh individu yang mempunyai motovasi untuk berkarya dan mengelola emosi. Ketiga pada anak aspek menghargai hasil karya diri sendiri akan dapat dipenuhi oleh individu yang mempunyai motovasi untuk berkarya.
-Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Otoriter
Antara lain faktor intelektual yang merupakan bagiaan dari faktor eksternal meliputi lingkungan, karakteristik sosial, kualitas informasi orang tua dan anak serta status pekerjaan ibu.
Sumber : Persona, jurnal psikologi indonesia januari 2014, vol 1. 3 No.01, hal 1-8.
Oleh Nur Istiqomah Hidayati








