Judul : PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAI MELALUI PEMBINAAN BERBASIS TUTORIAL MENUJU TERCIPTANYA KAMPUS UPI RELIGIUS.
penulis : Aceng Kosasih, Fahrudin, Saepul Anwar
Tahun : 2009
Halaman/ vol : 1-5/ 9
1). Metopen : Kualitatif
2). Isi :
A. Latar Belakang
Pendidilan menjadi kebutuhan yang primer, karna dengan arus globalisasu yang semakin pesat, menusia harus dapat mengikuti perkembangan zaman. Salah satu yang harus ditempuh adalah dengan belajar, tujuan pendidikan tidak hanya mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga mengarah pada semakin dekatnya anak didik demgan Sang pencipta, maka emberian Pendidikan Agama Islam (PAI) mulai dari Sd sampai PT mutlak diperlukan, mengingat PAI memiliki karakterristik sebagai berikut :
a. Secara umum PAI merupakan pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran dasar Agama Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan sunnah.
b. Prinsip-prinsip dasar PAI tertuang dalam tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu Aqidah, Syari'ah dan akhlak.
c. Mata kuliah PAI tidak hanya mengantarkan mahasiswa untuk menguasai berbagai ajaran Islam, tetapi yang terpenting ialah begaimana mahasiswa dapat mengamalkam ajaran-ajaran itu kedalam kehiduoan sehari-hari.
d. Tujuan diberikan mata kuliah PAI ialah membentuk mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, memiliki pengetahuan yang luas tentang Islam berakhlakul karimah.
Maka dalam pembelajaran PAI tidak boleh hanya sekedar transfer informasi tentang (ajaran islam) dari dosen k majasiswa, tapi harus menjadi suatu proses pembentukan karakter. Memgingat PAI di PT mempunyai misi Terbinanya mahasiswa yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia serta menjadikan ajaran islam sebagai landasan berpikir dan berprilaku dan pengembangan profesi. UPI sebagai Universitas yang memiliki moto pembelajaran PAInya dengan menjadikan pembinaan keagamaan sebagai bagaian dari tugas tersetrukturata kuliah PAI, yakno dengan menyelenggarakan program tutorial selama satu semester bagi mahasiswa yang mengontrak PAI.
B. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan merumuskan model penyelenggaraan Program Tutorial di UPI, yang meliputi :
1. Tujuan yang akan dicapainya.
2. Materi-materi (Topik-topik) yang sesuai dengan yang diminati dan dibutuhkan untuk dipelajari oleh mahasiswa.
3. Metode yang diterapkannya.
4. Media yang disiapkan dalam pembelajarannya.
5. Model evaluasi yang diterapkannya.
C. METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini diorientasikan untuk mengkaji tentang "Pengembangan Model Pembelajaran PAI Melalui Pembinaan Keagamaan Berbasis Tutorial Menuju Terciptanya Kampus UPI Religius". Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptip dab analisis dokumenter (content analysis).
Dalam penelitian ini untuk menemukan teori-teori yang baku yang digunakan sebagai petunjuk arah dalan menganalisis data yang ditemukan, kemudian dikatagorisasi dan ditafsirkan dengan menggunakan perspektif pendidikan Islam dalam rangka pengembangan model pembelajaran PAI melalui pembinaan keagamaan berbasis Tutorial di UPI digunakan analisis dokumenter atay disebut juga analis ini (content analysis).
D. Hasil
1. Tujuan Tutorial PAI
Program Tutorial UPI berbentuk karena rasa haus yang dimiliki oleh para mahasiswa muslim yang aktif di Masjid al-Furqan sebagai masjid kampus IKIP Bandung (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang kini berubah nama menjadi Universitas Pendidikam Indonesia alias UPI) yang masih merasakan kurangnya sarana syiar islam didalam kampus tersebut.
Awal berdirinya kegiatan yang dilakukan olwh Program Tutirial hanya berupa pengajian atau ta'lim yang di lakukan pada waktu duha (pukul 08.00 - 10.00 WIB). Sampai saat ini pun bentuk pengajian ini masih dilakukan, dan namanya pun masih sama : Kuliah Duha.
Pada perkembangan berikutnya, program ini telah mandiri dengan terus mengembangkan sayap dakwahnya melalui program- program ataupun kegiatan dakwah lainnya.
Mengapa bernama Program Tutorial? Karena Program ini memang tidak hanya berisi mentoring atau juga tidak seperti halnya lembaga dakwah kampus (walaupun pada kenyataannya Program Tutorial pun bergerak diranah dakwah) yang sasaran atau kegiatan dakwahnya justru lebih luas.
Walaupun secara maknawi antara tutorial dengan mentoring memiliki kesamaan definisi, namun Program Tutorial lebih mengarahkan kegiatannya pada aspek pembinaan keislaman secara lebih luas.
Program Tutorial PAI UPI memiliki beberapa tujuan ummum berikut :
a. Program wajib Kegiatan Bimbingan Keagamaan untuk mahasiswa peserta mata kuliah PAI di UPI sebagai pengayaan pengalamaan, pengalamaan, dan penggairan kembali akan nilai - nilai ajaran Islam yang pernah dimiliki serta dikembangkannya dalam wawasan kehidupan mahasiswa.
b. Mengembangkan dan meningkatkan Ukhuwah Islamiyah yang dikenal dalan salah satu amal islami, sebagai sebuah bentuk amalan yang dapat mewujudkan terciptanya persatuan dan kesatuan, yang dalam hal ini dapat pula dijadikan sarana untuk terciptanys integrasi mahasiswa muslim di UPI
c. Membangun sumber daya manusia yang mempunyai jiwa kepeloporan dan kemampuan yang unggul dalam upaya pengembangan UPI yang memiliki motto imliah, edukatif, dan religius.
2. Materi- Materi Tutorial PAI
Menurut Shafjan Taftajani, materi yang di bahas pada kegiatan tutorial berkaitan dengan pemahaman dn pengalaman ajaran agama Islam, yaitu :
a. Aqidah Islam, yakni hal-hal yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah, serta implementasinya dalam kehidupan sosial.
b. Ibadah, yakbi materi yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan ibadah khusus (ritual), seperti salat dan puasa, serta berbagai ibadah sunnah.
c. Akhlak, yakni materi yang berkaitan dengan tata cara hubungan yang baik antara sesama manusia, alam, dan dengan Allah.
3. Metode dan Media Tutorial PAI
a. Kuliah General
Kuliah General atau yang lebih dikenal dengan kuliah duha, adalah kajian keislaman kontemporer yang dilakukan secara general/ klasik dalam masjid kampus.
b. Mentoring
Mentoring merupakan sebuah model pembinaan yang dilakukan secara dalam sebuah kelompok kecil.
c. Model
Model Outbound digunakan karena pendidikan atau pembinaan yang dilakukan tutorial tidak hanya terhenti pada aspek kognitif dan afektif saja, tetapi juga sampai pada tahapan psikomotorik.
d. Dakwah Berbasis Kelas/ Bina Kader (Binder)
Bina Kader atau lebih dikenal sebagai Binder, yang terintegrasikan dengan Program Tutorial merupakan salah satu usaha dalammenciptakan perubahan suasana kampus seperti yang di harapkan bersama yaitu menciptakan kampus yang religius.
e. Tutorial Online
Pemanfaatan teknologi internet sebagai sebuah jaringan universal, dengan berbagai aplikasi yang berjalan diatasnya, memungkinkan untuk penyelenggaraan tutorial secara online, sehingga demgan demikian akan membuka peluang bagi mahasiswa baik peserta maupun tutor untuk memperluas kesempatan belajar Islam secara mendalam.
f. Bukti Sosial
Bentuk sosial yang telah dilakukan oleh peserta Program Tutorial atau tutee adalah dengan mwnjadi kakak asuh pada program adik asuh, dengan menyisihkan uang saku setiap pekan sebagai sadaqah bagi adik asuh dalam menempuh pendidikan formal mereka.
g. Tutorial Terpadu
Kegiatan ini tidak dilakukan seperti kegiatan tutorial reguler, ini merupakan kegiatan tawaran bagi peserta yang ingin memperdalam wawasan keislamannya sesuai minat kebutuhan.
4. Evaluasi Tutorial PAI
a. Evaluasi Kurikulum
Desain evaluasi yang sibuat untuk mengevaluasi kurikulum kuliah duha, mentoring, pembinaan tutor dan membinaan kader kelas adalah berupa penyebaran angket terhadap populasi (tutee, tutor, dan tutee kader kelas) dengan menggambil sample dari setiap kelompok mentoring. Hasil evaluasi akan direkomendasikan untuk pengembangan program.
b. Evaluasi Peserta
Evaluasi kegiatan tutorial terhadap para tutee meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dilakukan selama masa tutorial berlangsung dan pada akhir kegiatan.
3. Komentar (+) dan (-)
Secara konten keseluruhan jurnal ini sudah terliat baik, lengkap dan jelas dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti, karena penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif yakni dengan metode deskriptif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis isi. adapun tahap pelaksanaannya yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dan study leteratur, dan member check dan pelaporan.
Deskripsi yang detail dan mendalam tentang kasus merupakan segi struktural, meskipun dalam penelitian kualitatif narasi yang disampaikan berdasarkan dengan kebutuhan penelitian.









0 komentar:
Posting Komentar