gambling X-Steel - Wait

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMAHAMAN AGAMA PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD MUHAMMADIYAH AMBARKETAWANG 2

A. Latar Belakang :
-Pendidikan ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (grafika, 2006 : 3)

  Di sebutkan dalam (Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan Undang-Undang Nomer 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional) bab IV pasal 5 ayat 1 "dinyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional mental, intelektual atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus". Hal ini menunjukan bahwa anak yang memiliki kelainan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak pula memperoleh kesempatan yang sama dengan anak yang lainnya (anak normal) dalam pendidikan. (Sulihandari : 1).

- Anak berkebutuhan khusus terkadang tidak diterima disekolah-sekolah umum. Tetapi sekolah ini menerima siswa berkebutuhan khusus untuk berhak memperoleh kesempatan yang sama dengan anak lainnya (anak normal) dalam pendidikan. Pada tahun ajaran 2014 SD. Muhammadiyah Ambarketawang 2 menerima siswa yang berlatar belakang anak berkebutuhan khusus yang berada dikelas satu, SD. Muhammadiyah Ambarketawang 2 merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang telah menerapkan pendidikan inklusif yaitu memadukan peserta didik yang berkebutuhan khusus dengan peserta didik normal pada umumnya untuk belajar bersama melalui pendidikan inklusif, anak berkebutuhan khusus dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki potensi anak melalui pendidikan sekolah.

-Namun, pada dasarnya pengertian pendidikan inklusif tidak terbatas dapat mengakomodir siswa difabel, akan tetapi juga anak jalanan, pekerja anak, etnis minoritis, dan anak dari golongan marjinal lainnya. Disekolah ini mereka memperoleh haknya sama seperti yang lainnya, yang normal dalam mendapatka  pengajaran dan pendidika , begitu pula dalam pembelajaran pendidikan agama islam (PAI).

-Dalam mengajar, peserta didik yang berkebutuhan khusus tidaklah semudah mengajar pesrta didik normal pada umumnya. Guru PAI diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan pada peserta didik yang membutuhkan pelayanan khusus oleh karna itu guru harus peka terhadap peserta didiknya, disini guru harus bersikap profesional dalam menghadapi peserta didik yang beragam seperti adanya modifikasi dalam pembelajaran baik itu metode, materi, evaluasi. Selain itu juga perlu adanya penyesuaian penataan lingkungan belajar pada anak.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penelitian kemukakan diatas peneliti mengambil beberapa rumusan masalah yaitu :
1. Bagaimana metode guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah Ambarketawang 2?
2. Bagaimana metode pemahaman agama guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus di SD. Muhammadiyah Ambarketawang 2?
3. Bagaimana strategi guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus di SD. Muhammadiyah Ambarketewang 2?
4. Apa faktor penghambat guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus di SD. Muhammadiyah Ambarketawang 2?

C. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan permasalahan diatas maka secara khusus bertujuan untuk :
1. Untuk nendeskripsikan "Strategi Guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah Ambarketawang 2".
2. Guna memaparkan faktor pendukung dan penghambat pada "Strategi Guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah Ambarketawang 2".

D. Manfaat Penelitian

a. Kegunaan Teoritis
1. Untuk memperkaya penelitian dibidang pendidikan khususnya pada  strategi Guru PAI dalam pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus.

b. Kegunaan Praktis
1. Bagi acuan  guru sebagai masukan betapa pentingnya PAI untuk siswa berkebutuhan khusus.

E. Metopen

Metode yang digunakan dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan yang bersifat studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif,  ditinjau dari cara taraf pembahasan, maka penelitian ini terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat untuk menggungkapkan fakta (Suharsimi Arikunto, 2010 :102). Pada hakekatnya penelitian lapangan ini merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realis tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat di tengah-tengah keadaan masyarakat dengan tujuan memecahkan masalah praktis dalam masyarakat (Mardalis, 2006 :28)
Menurut Bodgan dan Taylor (1975:5) mendefinisikan” metodologi kualitatif ” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Menurut mereka pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu atau organisasi kedalam variabel atau hipotesis , tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari kebutuhan.
2. Subjek Penelitan
Subjek atau informan adalah orang yang berhubungan langsung dalam memberikan tentang kondisi dan situasi sesuai dengan latar belakang atau objek penelitian. Dalam penentuan subjek atau informan, peneliti mengambil sample dengan menggunakan metode porposif sampling, yaitu cara mengambil sample secara teliti berdasarkan karakteristik-karakteristik tertentu, yang dimiliki sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah guru yang mengajar dan siswa yg memiliki berkebutuhan khusus.
3. Teknik pengumpulan data
Dalam penelitian ini peneliti menguunakan beberapa teknik atau cara untuk memperoleh dan mengumpulkan data di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data tersebut antara lain :
a. Metode Observasi
Metode observasi yaitu metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan data secara sistematik atau fenomena yang diteliti (Soetrisno Hadi,2004:11)
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang mudah dipahami dan diamati secara langsung. Selain itu metode observasi digunakan untuk mengetahui rencana guru dalam meningkatkan pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus dalam belajar pendidikan agama Islam. Selain itu metode ini digunakan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar motivasi belajar anak untuk memahami pendidikan agama islam.
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak yaitu, pewawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interview) yang memebrikan jawaban atas pertanyaan. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang diteliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data dari kepala sekolah yang berkaitan dengan metode yang digunakan guru untuk pemahaman agama pada siswa berkebutuhan khusus.
c. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah notulen, rapat dan sebagainya, di gunakan untuk memperoleh data tentang dokumen-dokumen ( Suharsimi Arikunto, 2010:118)
Dokumentasi disini digunakan untuk mengambil catatan tentang nilai PAI anak yang bersekolah di sekolah umum dan disekolah yang muslim.
4. Analisis Data
Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat di temukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.   
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan studi kasus menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk lebih lanjutnya penelitian ini bermaksud untuk melukiskan secara lengkap dan akurat tentang fenomena sosial,sehingga penelitian ini menggunakan desain penelitian deduktif. Yakni studi untuk menemukan fakta-fakta dengan interprestasi yang tepat. Kesimpulan yang dihasilkan berbentuk deskriptif yang merupakan hasil akhir dan proses analisi data yang diperolah dalam penelitian. Dalam penelitian ini data peneletian menekankan pada teknik pengumpulan data obseravsi dan wawancara.
5. Langkah-langkah
Langkah-langkah yang dilakukan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran PAI diantaranya :
1. Pra intruksional
Tahap ini tahap sebelum pembelajaran dimulai dengan berdo'a, dilanjutkan dengan guru melakukan absensi, selanjutnya guru memberikan apersepsi, setelah itu siswa berkebutuhan khusus ditempatkan dibangku paling depan.
2. Intruksional
Pada tahap ini merupakan tahap inti dari serangkaian aktifitas pembelajaran yang dilakukan guru dengan peserta didik dalam mencapai suatu tujuan yang termuat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran guru PAI melakukan pendekatan dengan peserta didik serta menggunakan beberapa metode, tahapnya sebagai berikut :
-Pertama, guru menuliskan materi dipapan tulis, dan menjelaskannya. Selanjutnya siswa menyalinnya kedalam buku masing-masing, namun bagi anak berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan, maka guru membantu, metode ini digunakan guru pada awal pembelajaran dan digunakan pada mata pelajaran PAI.
-Kedua siswa membaca satu persatu didepan, metode ini dilakukan agar peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tidak bersifat satu arah, malainkan ada feed back dengan peserta didik.
-Ketiga, demontrasi metode ini merupakan metode interaksi edukatif yang sangat efektif dalam membantu peserta didik untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran, metode ini biasanya digunakan pada materi pokok atau pokok bahasan yang membutuhkan praktek seperti materi pelaksanaan sholat, pelaksanaan haji dan lainnya.
-Keempat, cerita metode ini merupakan metode yang diterapkan oleh semua guru mata pelajaran PAI sebagaimana upaya untuk mengembangkan pola pikir peserta didik, metode ini dinilai efektif dalan meningkatkan motivasi siswa dalam menguasai materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Kemudian guru memberikan pertanyaa  kepada siswa, dan lebih sering pertanyaan diberikan kepada anal berkebutuhan khusus.
3. Penutup
Tahap ini guru PAI memberikan atau kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah disampaikan sebelumnya kegiatan pembelajaran diakhiri guru memberikan beberapa pekerjaan rumah kepada siswa, kemudian pembelajaran di akhiri dengan membaca do'a bersama-sama. (Widiastuti, 64-66)

F. Landasan Teori

Secara terperinci definisi PAI sebagai "proses arah dan bimbingan untuk mewujudkan manusia seutuhnya : akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya sehingga mereka siap menjalani kehidupan dengan baik dimanapun dan kapanpun berdasarkan nilai-nilai islam" (qardlawi, 1980: 157).

Secara epistemologis, pendidikan islam diletakan pada dasar-dasar ajaran islam dan seluruh perangkat kebudayaannya. Dasar-dasar pembentukan dan pengembangan pendidikan islam yang pertama dan utama adalah Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam pendidikan islam, sunnah Nabi mempunyai dua fungsi yaitu:
1. Menjelaskan sistem pendidikan islam yang terdapat dalam Al-Qur'an yang umumnya masih bersifat global.
2. Menyimpulkan metode pendidikan dari kehidupan Rasulullah bersama sahabat, perilakunya terhadap anak-anak, dan pendidikan keimanan yang pernah dilakukannya. (sarjono, 2005: 4).

Pelajaran pertama dalam islam adalah pada ketika jibril datang menemui Nabi Muhammad SAW, yang sedang berada di gua hira. Dalam pengajarannya jibril meminta kepada Nabil SAW untuk membaca dan mengikuti apa yang dibacakan kepadanya. Surat Al-Alaq ayat 1 - 5 merupakan bukti bahwa kemunculan islam ditandai dengan pengajaran dan pendidikan sebagai pondasi utama selain iman, islam dan ihsan (rahman: 02)
Pelajaran PAI merupakan pembelajaran agama islam yang terdapat di sekolah umum. Kewajiban pihak sekolah untuk memberi pelajaran agama kepada siswa baik untuk anak berkebutuhan khusus maupun anak normal. Salah satu solusinya yaitu melalui pendidikan inklusif, pelaksanaan pembelajaran PAI disekolah inklusif melalui identifikasi, assesment atau pengukuran, penyusunan program yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang bersangkutan. Pelaksanaan pembelajaran PAI baik anak berkebutuhan khusus diberi pelayanan individu yaitu anak berkebutuhan khusus sering didekati dan di berpertanyaan agar tidak tertinggal dengan siswa normal lainnya dan untuk mengoptimalkan dengan diberi jam tambahan sepulang sekolah. Evaluasi pembelajaran PAI dilakukan bersama dengan anak normal yang lain dengan waktu dan soal yang sama. Faktor pendukung yaitu dukungan orang tua siswa, komite sekolah, dan pemerintah, faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran PAI yaitu kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi anak berkeburuhan khusus yang relatif kurang, solusinya sekolah mensosialisasikan pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus mengadakan pelatihan dan pengembangan bakat minat (widiastuti : xi).

Pendidikan merupakan hak dan kewajiban bagi setiap individu untuk memanfaatkan semua potensi yang dimilikinya. Maka sangat wajar apabila pendidikan memiliki potensi penting dalan setiap kehidupan manusia. Dalam ajaran islam juga mengutamakan tentang keimanan dan ilmu pengetahuan, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al - Mujaadilah ayat 11 yang artinya : Hai orang- orang yang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu : "berlapang- lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kepalangan untukmu dan apabila diakatakan : "Berdirilah kamu" maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang- orang yang beriman diantara mu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat diatas mengisyaratkan bahwa Allah memerintahkan hambanya untuk menuntut ilmu, itu artinya pendidikan menduduki posisi yang sangatlah penting. Demikian pula dengan pendidikan agama juga sangat penting, karena merupakan kebutuhan setiap individu terutama dalam hal ibadah dalam kehidupan sehari- hari (widiastuti : 1-2)

PAI adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikan dapat memahami dan mengamalkan ajaran PAI serta menjadikan sebagaimanapun dengan hidup (why of life) (daradjat, 2011: 86)

Pendidikan inilah yang menjadi terobosan terbentuknya pelayanan pendidikan inklusif adalah pendidikan pada sekolah umum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang memerlukan pendidikan khusus pada sekolah umum dalam kesatuan yang sistematik (amart, 2010 : 90).

Program pemerintah berupa layanan pendidikan inklusif memungkinkan anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh ilmu pengetahuan disekolah umum sebagaimana yang diperoleh anak normal. Program inklusif tersebut anak berkebutuhan khusus disekolahkan besama dengan anak normal disekolah reguler, sehingga diharapkan anak berkebutuhan khusus memiliki rasa percaya diri dan akhirnya mereka dapat mandiri, sehingga anak - anak mormal akan terdidik dan belajar toleransi anatar sesama manusia (widuastuti: 04).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Design Downloaded from Ratna Nurjannah | Ratna Nurjannah | Kicenks | Haitami.